Home
2 April : Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia
Redaksi KEI FM / Monday, 02 April 2012 04:55

Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autis sedunia. Hari Peduli Autisme Sedunia ini pertama kali dijadikan hari peringatan sedunia, setelah diputuskan dalam Sidang Umum PBB, 18 Desember 2007 lalu. Sejak itu secara serentak di berbagai belahan dunia, setiap tahun hari peduli autisme ini dirayakan khususnya oleh orang tua penyandang autisme dan para pemerhati autisme atau simpatisan yang peduli terhadap masalah autisme.

Kata AUTIS berasal dari bahasa Yunani "auto" berarti sendiri yang ditujukan pada seseorang yang menunjukkan gejala "hidup dalam dunianya sendiri".

Pada umumnya penyandang autisma mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lain dan sebagainya).


Pemakaian istilah autis kepada penyandang diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard (Kanner, Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 berdasarkan pengamatan terhadap 11 penyandang yang menunjukkan gejala kesulitan berhubungan dengan orang lain, mengisolasi diri, perilaku yang tidak biasa dan cara berkomunikasi yang aneh.

Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, menangis tiba-tiba tanpa sebab, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.


Dan yang buat saya paling menyedihkan adalah banyak orang menganggap anak Autis itu punya gangguan jiwa atau bisa dikatakan "Gila", kenapa? Seperti yang dijelaskan diatas, yaitu bahwa kadang anak autis menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab, dan kadang ada yang bahkan berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya. Dan untuk orang lain yang memiliki anak Normal, dengan ngawurnya pasti mereka mendefinisikan itu dengan sebutan kasar yang biasa kita dengar dengan kata "Gila".

 

Sumber : Sangat Unik


Share this post

Add comment


Security code
Refresh

logo KEI 102.3 FM

streaming2012-1streaming2012-3_hight_qualityrequest2012-nyamping

Follow Us On Twetter

Statistics

mod_vvisit_counterToday1248
mod_vvisit_counterYesterday1251
mod_vvisit_counterThis week10430
mod_vvisit_counterThis month31663
mod_vvisit_counterAll days278769

We have: 6 guests, 6 bots online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: May 19, 2012